Tahukah Anda, bahwa permasalahan di Indonesia terkait lingkungan adalah masih mengenai sampah plastik yang semakin hari membentuk gunungan sampah. Tercatat 26.500 ton per hari dan hampir mencapai 10 juta ton per tahun, dilansir dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Meskipun banyak digunakan oleh masyarakat karena fungsinya yang sangat serbaguna dan bentuknya beragam, plastik ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Plastik mengandung berbagai zat kimia berbahaya, bahkan ada yang bisa merusak sel-sel jaringan otak, kanker dan masih banyak lagi bahaya lainnya.

Selain bahaya bagi kesehatan, kemasan plastik juga sangat sulit untuk terurai. Dibutuhkan ratusan bahkan ribuan tahun lamanya agar plastik dapat terurai. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Dewasa ini, banyak bahan alternatif yang bisa digunakan untuk plastik dan pastinya bermanfaat bagi kehidupan Anda sehari-hari.

Cangkang crustacea dan kutikula serangga

Cangkang atau kutikula yang sudah ditinggalkan oleh hewan-hewan yang memilikinya tersebut bisa dimanfaatkan kembali menjadi peralatan makan seperti piring, gelas, sendok dan lain-lain. Selain itu, bahan bekas tersebut bisa dimanfaatkan untuk membentuk perabotan rumah tangga lainnya seperti pot, taplak meja dan lainnya. Tahukah Anda, bahwa 1 kg cangkang dan kutikula dapat diolah menjadi 15 kantung belanja serba guna yang dapat Anda gunakan dalam rangka mengurangi penggunaan plastik. Dari bahan baku yang alami, bahan alternatif plastik ini dapat terurai dengan cepat.

Pati kentang

Pati merupakan residu sisa dari pabrik makanan yang bebasis kentang. Anda bisa memperolehnya dengan mudah dalam jumlah yang banyak berkilo-kilogram dari pabrik-pabrik keripik kentang maupun pabrik lain yang menghasilkan residu kentang. Banyak perusahaan yang sudah melakukan daur ulang pati kentang menjadi plastik belanja agar lebih ramah lingkungan. Meskipun, pada prosesnya menggunakan polyurethane yang menjadi kunci dalam pembuatan plastik. Namun, jumlah yang digunakannya sedikit dibandingkan saat membuat plastik asli.

Pohon pisang

Pohon pisang yang telah menghasilkan buah akan mati dan tidak dapat berbuah kembali. Maka dari itu, ditemukan sebuah inovasi membuat plastik ramah lingkungan dari pohon pisang. Serat alami yang terkandung dalam pohon pisang sangat berpotensi menjadi bahan alternatif plastik. Namun, sama halnya dengan pati kentang yang membutuhkan bantuan polyurethane dalam proses pembuatannya. Pohon pisang tersebut juga dapat digunakan untuk benda sehari-hari seperti tanki air, kerucut lalu lintas dan lainnya.

Rumput laut

Tahukah Anda bahwa kemasan yang terbuat dari rumput laut ini bisa dimakan. Kemasan plastik ini terbuat dari 100 % rumput laut. Kemasan ini cukup fleksibel dan sangat mudah terurai pada saat diseduh dengan air panas. Terlebih sudah memperoleh sertifikat halal, aman dimakan dan diroduksi sesuai dengan stAndar HACCP. Hal ini sangat membantu program pemerintah dalam mengurangi sampah plastik. Meskipun kemasan ini masih diproduksi dalam skala rumah tangga, namun saat ini perusahaan besar sudah mulai melirik kemasan brilian ini. Demikian informasi terkait bahan alternatif yang digunakan sebagai pengganti plastik demi mengurangi penggunaan plastik yang sangat sulit untuk diurai secara alami. Diperlukan adanya kesadaran dari semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat dan sejenisnya. Terlebih saat ini sudah banyak kemasan plastik yang ramah lingkungan. Anda bisa mencari informasi selengkapnya terkait kemasan plastik di laman web  https://ecorasa.id/. Produk ini terkenal ramah lingkungan dan banyak jenisnya, desainnya juga simpel dan menarik.